Halaman 1
Soleha is Loading... (Atau Mungkin Error?)
Dunia ini, katanya, bergerak lurus, teratur, dan penuh *sense*. Tapi kalau kau bertemu Soleha, definisi "dunia" yang *itu* mungkin harus segera kau *update* ke versi yang lebih mutakhir, atau malah *rollback* ke zaman prasejarah ketika *logic* masih sekadar opsional. Soleha. Namanya terdengar cantik, klasik, dan bahkan sedikit agamis, bukan? Soleha: gadis sholehah, penurut, kalem, santun. Kalau kau membayangkan sosok seperti itu, siap-siap saja untuk sedikit… menghela nafas. Karena Soleha yang satu ini, dia adalah sejenis *browser tab* yang dibuka di alam semesta kita: kadang *loading* lama banget, kadang *error 404* di tengah obrolan, dan seringkali, entah kenapa, justru memutar *playlist* lagu koplo yang tak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang sedang ia pikirkan. ### Antara Dunia Nyata dan *Multiverse* di Kepala Soleha Mari kita coba kenalan lebih dekat dengan sosok Soleha ini. Di mata orang lain, Soleha adalah gadis biasa. Rambutnya hitam, tingginya standar remaja putri seusianya, senyumnya-ya, lumayan manis, kalau sedang tidak terlanjur *blank* karena otaknya lagi sibuk merangkai teori konspirasi tentang kenapa kaus kaki yang baru dicuci seringkali hanya tinggal satu. Penampilannya, gaya bicaranya, bahkan cara ia *scroll* media sosial pun, tak ada yang benar-benar *out of the box*. Dia *blend in*, seperti warna *beige* di antara deretan *palette* warna *aesthetic* yang lagi *hype*. Tapi coba saja kau intip sebentar ke dalam kepalanya. Atau lebih tepatnya, coba kau *download* dan *install* aplikasi *Soleha.exe* di *hardware* otakmu. Dijamin, kau akan langsung disambut dengan *pop-up* peringatan: ***"Warning: High volume of absurd thoughts detected. Proceed with caution. May cause spontaneous laughter or
Halaman 2
existential dread."*** Soleha adalah penjelajah *multiverse*-tapi *multiverse*-nya ada di dalam kepalanya sendiri. Ketika ia diminta memilih menu makan siang, otaknya mungkin sudah menjelajah ke masa depan, mempertanyakan apakah mi instan itu diciptakan sebagai solusi *fast food* untuk *apocalypse*, ataukah ia hanyalah manifestasi lain dari *comfort food* yang diam-diam menguasai dunia. Ketika teman-temannya sedang *heboh* membicarakan *update* serial drama Korea terbaru, Soleha mungkin diam-diam memikirkan: *"Apa jangan-jangan alien itu ada, tapi bentuknya kayak kecoa? Kan lebih gampang sembunyi, dan bisa terbang tanpa ketahuan teknologi canggih."* Ya, Soleha adalah *paket komplit* dari seorang gadis biasa yang dihuni oleh pikiran yang luar biasa. Dan *luar biasa* di sini bisa berarti *jenius*, *kreatif*, atau justru *sedikit miring* dan *membuat dahi mengernyit*. ### *Loading...* Sambil Mikir, *Error...* Sambil Ngakak Pernahkah kau melihat seseorang menatap kosong ke dinding, lalu tiba-tiba tersenyum sendiri seperti baru saja menemukan harta karun? Nah, itu dia Soleha. Saat otaknya sedang *loading* memproses data-data acak, ia bisa saja menemukan *jokes* receh yang tak ada orang lain akan mengerti, kecuali mungkin para pelawak *stand-up* absurd di festival paling *indie*. Dia bisa tersenyum lebar hanya karena teringat bagaimana kucing tetangga memandanginya dengan tatapan *judes* saat ia lewat, seolah kucing itu sedang menghakiminya karena belum menyelesaikan tugas makalah sejarah. Soleha, dengan segala keunikannya, adalah definisi **kegabutan-kekinian**. Bukan *gabut* malas-malasan yang bikin mager sampai rebahan seharian, melainkan *gabut* yang mendorongnya untuk berpikir terlalu jauh tentang hal-hal remeh. *Gabut* yang membuatnya mempertanyakan eksistensi sendal
Halaman 3
jepit sebelah yang selalu menghilang misterius. *Gabut* yang mendorongnya untuk menciptakan *playlist* lagu-lagu motivasi untuk *charger handphone* yang sering lupa dicabut. Dia tidak mencari masalah, tapi sepertinya masalah-masalah kecil itu selalu menemukan jalannya untuk mampir ke otaknya, lalu diolah menjadi serangkaian *skenario komedi* yang hanya bisa dinikmati oleh dirinya sendiri. Atau mungkin, kalau Soleha mau membaginya, juga oleh kita yang beruntung bisa menyelami isi kepalanya. Apakah ini *error*? Mungkin iya. Otaknya mungkin terkadang *overheat* karena terlalu banyak *tab* pikiran yang terbuka secara bersamaan. Apakah ini *bug* dalam sistem kehidupan Soleha? Bisa jadi. Tapi justru dari *error* dan *bug* inilah muncul tawa yang renyah, pandangan dunia yang segar, dan *insight* yang kadang, entah bagaimana, justru *relate* dengan kegalauan kita sendiri. ### Berani Masuk ke Kastil Soleha? Jadi, siapkah kau untuk menyelami dunia Soleha? Dunia yang penuh *tanda tanya* sebesar *black hole*, *tawa* yang muncul dari observasi paling *random*, dan sedikit *kegabutan-kekinian* yang *relatable* dengan jiwa-jiwa muda yang sering merasa kebingungan di antara jutaan *feed* media sosial. Soleha bukan *hero* yang akan menyelamatkan dunia dari alien atau monster raksasa. Soleha justru mungkin orang yang akan bertanya, *"Kenapa aliennya nggak pakai masker ya? Apa di planet mereka nggak ada virus?"* Ia adalah cerminan kita yang seringkali berpikir terlalu banyak, merasa terlalu sering, dan kadang-kadang, hanya ingin *ngakak* sendiri melihat ironi hidup. Bab ini hanyalah pemanasan, semacam *loading screen* sebelum kita benar-benar masuk ke *game*. Ini adalah perkenalan dengan karakter utama kita yang akan mengundang senyum, kening berkerut, dan mungkin beberapa kali *ketawa